KOPI TIRTO, KOPI KONSERVASI

Membangun Ketahanan Masyarakat Melalui Konservasi, Akses Pasar, dan Kemitraan Kolaboratif dalam Ekosistem Mata Pencaharian Berkelanjutan

Kopi Tirto adalah sebuah ekosistem terpadu yang merajut upaya konservasi, pemberdayaan ekonomi, pengembangan akses pasar, dan penguatan ketahanan iklim. Inisiatif ini lahir dari visi untuk menciptakan keselarasan dimana pemulihan lingkungan mampu menghasilkan nilai ekonomi yang nyata, sekaligus memosisikan masyarakat sebagai aktor kunci dalam pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan.

 

7 Wilayah Konservasi di Catchment Area

  1. Wonosobo, Jawa Tengah
  2. Klaten, Jawa Tengah
  3. Pasuruan, Jawa Timur
  4. Subang, Jawa Barat
  5. Tanggamus, Lampung
  6. Solok, Sumatera Barat
  7. Mambal, Bali

 

Wilayah Konservasi

Integrasi Strategis dalam Pendekatan Ekosistem

Inisiatif ini merajut sinergi antara kelompok tani, komunitas perempuan, otoritas pemerintahan daerah, entitas konservasi lingkungan, korporasi swasta, pembeli, dan lembaga masyarakat sipil melalui aliansi kemitraan kolaboratif yang inklusif.

 

Fokus Kegiatan Utama

  1. Mobilisasi Komunitas: Menggerakkan potensi masyarakat setempat dengan menetapkan tokoh-tokoh penggerak dan organisasi tani sebagai pelopor perubahan. Langkah ini melibatkan 260 petani kopi yang didampingi serta dikoordinasikan oleh 10 petani utama pilihan.
  2. Produksi Berkelanjutan: Menerapkan metode wanatani, pertanian regeneratif, teknik budidaya ramah lingkungan yang berfokus di area penyangga taman nasional serta kawasan lindung daerah aliran sungai, peningkatan produktivitas dan kapasitas petani, pelatihan pascapanen, hingga bantuan fasilitas teknologi tepat guna. Tujuannya untuk menghasilkan biji kopi konservasi berkualitas prima.
  3. Pengembangan Sistem Pasar: Memberikan dukungan penuh pada standarisasi kualitas, pembuatan produk, penjenamaan (branding), pengemasan, serta perluasan akses pembeli guna menghasilkan produk kopi spesial asal tunggal (single-origin) yang memiliki ketertelusuran jelas dan karakter rasa berbeda, unik, dan menarik.
  4. Pemberdayaan Ekonomi Perempuan: Melibatkan kelompok perempuan secara aktif dalam rantai pengolahan, pengemasan, penjaminan mutu, dan berbagai kegiatan bernilai tambah lainnya untuk memberikan pendapatan mandiri sekaligus memperkuat posisi ekonomi perempuan di lingkup lokal.

Pemberdayaan Ekonomi Perempuan

Partner strategis:

Mitra Utama: DANONE-AQUA, Yayasan Nirudaya Nusantara, Kelompok Masyarakat, Sektor Korporasi Swasta, Organisasi Masyarakat Sipil, Pemerintah, Pemangku Kepentingan Bidang Konservasi